Tampilkan postingan dengan label saran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label saran. Tampilkan semua postingan

Kamis, Agustus 14, 2008

cium nikmat


Seks dimulai dari bibir.
Begitulah seharusnya. Karena, di saat tak bergairah pun, sentuhan di wilayah ini akan menjadi pemicu berahi dan melecut syaraf untuk meminta tindakan yang lebih “jauh”.

Menurut Barbara Keesling, penulis Getting Close: A Cintar’s Guide to Embracing Fantasy and Heightening Sexual Connection, ciuman itu seperti strum listrik yang langsung memberikan kejutan pada seluruh saraf tubuh sehingga menimbulkan gejolak yang luar biasa. Salah satu stimulus yang paling tradisional adalah berciuman. Meskipun dilakukan tanpa antusiasme dari awal, rangsangan pada saraf bibir akan segera membangkitkan gairah. Apalagi bila Anda melakukan beberapa tips berciuman berikut ini;

Mendesahlah.
Saat Anda tak terlalu bergairah, ciuman yang diiringi dengan desahan akan membuat Anda dan si dia santai dan tak terburu-buru. Sambil mendekatkan wajah Anda padanya, sentuhlah bibirnya dengan lembut dan mendesahlah dengan pelan. Supaya lebih menggoda lakukan gerakan rotasi atau memutar. Caranya, gerakkan kepala Anda ke kiri, ke kanan, ke atas dan bawah.

Rasakanlah, apakah bibir Anda dan pasangan sudah menghangat. Keluarkan jurus yang lebih seru, godalah bibir pasangan dengan menggelitik bibirnya menggunakan ujung lidah. Sentuhlah area bibir tengah si dia lalu berpindahlah pada titik-titik lain. Teruslah mendesah hingga udara yang keluar saat Anda mendesah bisa melembabkan bibirnya dan membawanya pada kenikmatan yang lebih sempurna.

Sentuh dan cubit.
William Cane, penulis buku The Art of Kissing, menyebutkan sentuhan jari dapat menimbulkan sensasi yang lebih hebat dari sekadar ciuman biasa. Itu artinya Anda perlu merangsang bibir pasangan dengan jari tangan. Caranya, sentuhlah bibir pasangan dengan jari-jemari Anda. Mainkan bibirnya lalu cubit sedikit bagian tengah bibirnya. Saat si dia terkejut, tarik tubuhnya, terus penuhi bibirnya dengan ciuman yang bertubi-tubi, isap!. Selanjutnya biarkan si dia mengambil alih kendali. Bukalah bibir Anda dan biarkan pasangan menunjukkan kemampuannya menstimulasi bibir Anda.

Saat Anda berdua mulai tergoda untuk melanjutkan pada kemesraan yang lebih dalam, hentikan ciuman dengan menutup bibir pasangan dengan jari-jemari Anda. Kemudian, bisikkan segala angan-angan yang ada dalam benak Anda. Jangan malu untuk mengungkapkan fantasi Anda pada pasangan.

Napas memburu.
Setelah menutup bibir pasangan dengan jari-jemari Anda, lakukan gerakan refleks dengan menutup seluruh bibir pasangan dengan bibir Anda. Usahakan tak ada celah yang memungkinkan udara keluar dari mulutnya. Kemudian, bukalah mulut Anda dan hirup napas dalam-dalam dari mulutnya. Lakukan secara bergantian. Sensasi yang akan Anda berdua rasakan adalah tarikan napas terengah. Kemungkinan, gaya ini sedikit mengagetkan pasangan. Bila pasangan tampak belum siap, cobalah untuk berlatih terlebih dulu. Kecuali, jika Anda ingin menjadikan gaya ini sebagai sebuah kejutan. Lihat reaksinya. Bila si dia tampak menyukainya, lakukan lagi. Sebaliknya bila pasangan tampak tak siap, jangan memaksa.

Pagutan kecil.
Bibir Anda mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk menimbulkan gairah pasangan. Jadi gunakan senjata ini sebaik mungkin. Selain ciuman, Anda bisa menggigit di area sensitifnya. Lakukan gigitan-gigitan kecil, di bagian tubuhnya. Mulailah di bagian tubuh sensitif paling atas yaitu cuping telinga, kemudian perlahan menuju ke leher, dada, lengan, perut, dan pahanya. Lakukan gigitan dengan gigi depan.

Dengan gigitan kecil ini dijamin gairah akan meningkat. Pada saat itu hormon endorfin yang muncul akan mengunci saraf penerima rasa sakit sehingga gigitan Anda tak terasa menyakitkan. Sebaliknya menjadi sebuah kenikmatan yang luar biasa. Bahkan, pada saat itu menurut William Cane banyak suami atau istri yang baru menyadari bahwa gigitan pasangannya menimbulkan rasa sakit atau luka saat hubungan intim selesai.

Sensasi panas-dingin.
Panas dan dingin dua rasa yang berseberangan, tapi dalam sebuah gaya ciuman bisa dipadukan. Sensasi yang dihasilkan luar biasa. Ingin tahu caranya? Mula-mula siapkan minuman hangat, bisa teh, kopi, atau susu. Sediakan pula minuman dingin seperti es krim atau es batu.

Untuk ciuman awal minumlah minuman hangat agar bibir Anda terasa sedikit hangat. Segera setelah itu dengan bibir hangat Anda cium bibir pasangan. Sebelum pasangan bernapas, segera penuhi mulut Anda dengan minuman dingin atau es, lalu cium kembali bibir pasangan. Rasa dan suhu yang bervariasi ini dapat membangkitkan dua sensasi yang berbeda dalam sebuah ciuman sekaligus.

Menjeritlah!
Suara erangan Anda ternyata dapat membangkitkan semangat pasangan. Jeritan atau erangan yang ke luar dari mulut Anda menimbulkan getaran khusus. Bila getaran ini menyentuh kulit pasangan akan menimbulkan kenikmatan yang luar biasa. Tempelkan mulut Anda pada ujung rahangnya, lalu mulai geser mulut Anda perlahan mengikuti garis rahangnya hingga mencapai ujung rahang sisi lain. Mulailah mengerang atau menjerit yang akan menimbulkan getaran ke seluruh tubuh pasangan. Saat mengerang, tak ada salahnya Anda mengungkapkan kekaguman pada pasangan. Anda boleh mengerang keras diselingi jeritan kecil yang menggoda, atau tertawa-basah-desah

rangsangan


Ada empat fase yang mesti dilewati wanita untuk ‘menikmati’ rangsangan seksual. Agar tak bingung, kami `tuntun’ Anda untuk mengikuti tahap demi tahap fase reaksi seksual tersebut, beserta tandanya sekaligus sarannya buat Anda:

Fase 1, Bangkitnya hasrat
Reaksi fisik: Denyut jantung meningkat, puting payudara menegang, payudara membesar dan vagina mengeluarkan cairan. Cairan vagina inilah yang nantinya mempermudah terjadinya penetrasi penis. Bagi wanita, bangkitnya gairah seksual bukan cuma terpusat pada vagina saja, tapi hampir pada seluruh tubuh.
Saran: Walaupun si wanita sudah menggebu-gebu, tetap saja ia masih memerlukan rangsangan sampai cairan ‘pelumas’ vagina benar-benar keluar. Itulah sebabnya pada fase ini, wanita masih membutuhkan kata-kata manis dan belaian mesra dari pasangannya. Sayangnya, inilah yang kurang disadari si pria.

Fase 2, Vagina siap melakukan penetrasi
Reaksi fisik: Payudara semakin membesar, otot-otot tubuh semakin menegang, napas menjadi berat dan memburu, denyut jantungpun semakin cepat. Jangan khawatir, pada fase ini wanita sudah benar-benar siap menerima ‘kehadiran’ penis di dalam tubuhnya karena cairan vagina telah keluar membasahi liang vagina.
Saran: Biarkan pasangan Anda melakukan sentuhan fisik di daerah sekitar vagina dengan jari, agar Anda bisa lebih cepat mencapai orgasme.

Fase 3, Orgasme!
Reaksi fisik: Inilah fase yang paling ditunggu-tunggu ke dua belah pihak, nafas bisa mencapai 40 kali per menit, denyut jantung sekitar 100-180 per menit. Orgasme wanita sama seperti orgasme pria yang ditandai dengan gerakan mengejang dan menyentak pada otot paha dan pinggul, tanpa ada ejakulasi (karena wanita tidak berejakulasi). Sensasi akan dirasakan si wanita ketika otot-otot rahim dan vagina berkontraksi.
Saran: Bila ingin merasakan sensasi yang lebih mantap lagi, biarkan penis Anda tahan dalam-dalam di vagina saat sedang orgasme.

Fase 4, Pemulihan dan istirahat
Reaksi fisik: Otot payudara dan kelamin mengendur, napas berat berhenti dengan cepat dan tubuh berkeringat. Selesai orgasme, otot-otot yang mengejang kendur kembali diikuti dengan rasa puas dan pelan-pelan mulai mengantuk. Pada awal fase pemulihan ini klitoris menjadi sangat sensitif dan timbul perasaan kurang nyaman pada vagina. Barulah setelah 5-10 menit kemudian vagina mengeluarkan cairan sehingga rasa kurang nyaman tadi berangsur-angsur hilang.
Saran: Pada tahap pemulihan ini setiap pasangan dianjurkan untuk beristirahat bersama-sama, karena rangsangan seksual yang berulang-ulang hanya akan mengakibatkan kelelahan fisik dan pikiran. Jadi, tunggu beberapa saat sampai vagina kembali merasa siap merasakan rangsangan kembali.

ciuman


Untuk lebih mengetahui dan memahami makna ciuman yang diberikan orang terkasih Anda, tidak ada salahnya kita menyimak variasi ciuman berikut. Siapa tahu dengan mengetahui variasi ciuman yang diberikan, Anda mengetahui bentuk kasih sayang yang diberikan pasangan Anda…….


Butterfly Kiss: Mencium bagian tubuh si dia dengan mengedip-ngedipkan bulu mata hingga pasangan terasa geli. Ciuman ini bisa diberikan di pipi, ujung bibir, dahi atau perut.

Cheek Kiss: Biasanya ciuman ini diberikan pada saat kencan pertama sebagai tanda “aku suka padamu”. Ciuman pipi ini bisa semakin mesra jika Anda tahu caranya, letakkan tangan Anda di pundaknya lalu sebelum mencium usap dulu pipinya dengan bibir Anda, lakukan dengan penuh kelembutan.

Eskimo Kiss: Ciuman dengan cara saling menggosokkan hidung Anda dengan pasangan. Biar lebih seru dan seperti di Eskimo, lakukan di depan kulkas yang terbuka!

Eyelid Kiss: Sementara pasangan Anda sedang tidur, ciumlah kelopak matanya yang tertutup dengan sangat perlahan dan mesra. Ciuman yang sederhana tetapi bisa berarti sangat mendalam bagi si dia…

Freeze Kiss: Ciuman yang dilakukan setelah bibir ditempeli es batu. Dingin tapi menyenangkan! Ada cara lain yang tak kalah serunya, Anda dan pasangan berciuman sambil memainkan es batu dengan lidah di dalam mulut.

Earlobe Kiss: Ciumlah pasangan Anda tepat di telinganya, tapi jangan bersuara ! Cukup dengan hembusan nafas saja karena suara Anda akan membuatnya terperanjat.

The Whipped Cream Kiss: Merupakan jenis ciuman yang menggairahkan dan penuh nafsu. Celupkan jari Anda ke dalam whipped cream, lalu jilat jari Anda secara perlahan-lahan. Selanjutnya Anda dan pasangan saling berpelukan dan berciuman, ciuman yang manis karena di mulut Anda masih
tersisa citarasa whipped cream.

Foot Kiss: Ciuman romantis yang penuh `isyarat`. Mungkin pasangan Anda akan sedikit geli, jadi buatlah si dia merasa lebih rileks dan menikmati setiap ciuman Anda. Caranya, pijat-pijat dulu kakinya sembari dielus lalu mulailah aksi ciuman Anda dari bawah ke atas.

Quickie Kiss: Ciuman singkat yang dapat Anda berikan di saat Anda benar-benar sibuk. Kecup hidungnya lalu kecup bibirnya. Ciuman ini hanya membutuhkan waktu 2’ detik!

Forehead Kiss: Disebut ciuman ibu karena ciuman ini bersifat menenangkan bagi siapa saja. Tak ada ciuman di dahi yang dapat membangkitkan nafsu.

French Kiss: Bisa juga disebut The English Kiss atau Soul Kiss, gaya ciuman yang membutuhkan keahlian Anda dan pasangan memainkan lidah.

Fruit Kiss: Ciuman yang menggunakan potongan buah (anggur, stroberi, atau potongan apel). Caranya: Letakkan buah di antara mulut Anda lalu dekatkan mulut Anda padanya. Gigit buah setengahnya sampai bibir Anda dan pasangan saling menempel, lalu silahkan berciuman dengan bergairah.

Hand Kiss: Mencium punggung tangan pasangan dengan mesra lalu merambat ke bagian atas.

Lick Kiss: Sebelum ciuman berlangsung, mainkan lidah Anda pada bibir pasangan. Jika suasana makin “‘memanas”’ barulah lidah Anda masuk ke dalam mulutnya. Wow!

Talking Kiss: Sesekali saat berciuman tak ada salahnya Anda mengucapkan I love you di dalam mulutnya. Hmm…suasana berciuman semakin terasa romantis.

Nip Kiss: Ciuman yang erotis dan penuh sensasi. Saat berciuman, sesekali gigitlah bibirnya. Lakukan dengan benar dan jangan membuatnya menjerit kesakitan.

Sip Kiss: Sebelum mencium si dia, teguk sedikit minuman favorit Anda. Lalu tumpahkan di dalam mulutnya. Selanjutnya lumat bibirnya dengan perlahan dan biarkan si dia menikmati ciuman Anda.

The Buzzing Kiss: Ciumlah belakang telingannya dengan perlahan lalu dengan suara geraman dan dengungan mesra menuju ke lehernya. Gigit-gigit lehernya dengan perlahan sampai Anda menemukan mulutnya.

Vacuum Kiss: Ciuman yang dilakukan sambil meniup mulut pasangan sampai pipi mengembang. Lalu kempiskan sehingga ada angin bertiup bolak-balik dari mulut Anda ke mulut pasangan. Tapi hati-hati masuk angin!

Tongue Sucking: Merupakan variasi dari French Kiss, ketika Anda dan pasangan saling memainkan lidah, sesekali hisaplah lidahnya. Pasti si dia akan merasa lebih seksi